Menyambut 2009 Januari 10, 2009
Posted by rizal in gerakan.5 comments

Ada sebuah tugas khusus di tahun 2009 yang kita harapkan gerakan maha
siswa mampu berperan di dalamnya. Yaitu mengawal PEMILU 2009. Segala dinamika telah terjadi menjelang pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Tak urung sebuah tantangan besar menanti para aparatur negara (dalam hal ini KPU) dalam mensukseskan pemilu tahun ini. PR besar mereka adalah menurunkan angka golput secara signifikan. Bayangkan aja di Jateng, angka golput mencapai 48% dalam Pilkada Jateng 2008. Hampir separuh pemilik hak suara tidak menggunakan hak mereka!
Apakah ini tanda-tanda masyarakat sudah apatis? Sudah bosan berurusan dengan segala hal berbau politik yang mereka pikir tidak mendatangkan perubahan selama ini? Ironis memang, krisis kepemimpinan masih belum menemukan solusi pemecahannya. Jika masyarakat sudah demikian apatis dalam menentukan arah kehidupan bangsa ke depan, kapan kesejahteraan akan dapat kita rasakan? Kapan penderitaan masyarakat miskin berakhir? Kapan bisa melihat Indonesia mandiri? Dan kemana saja MAHASISWA selama ini?
Solo vs Malang (2) Desember 27, 2008
Posted by rizal in Lain-lain.Tags: malang, solo
3 comments
Ini lanjutan dari tulisan sebelumnya dengan judul yang sama. Kali ini lebih ringkas aja dalam membandingkan:
Yang kusuka dari Malang :
-
Udaranya sejuk banget bro..! alhasil, kasur pun jadi tempat favorit untuk berbagi kisah di alam bawah sadar.. Sebenarnya paling enak jalan2 ketika ada waktu luang, tapi kayaknya anak2 sering pada sibuk sendiri dengan kegiatannya masing2 (termasuk saya juga seeh…)
-
Makanannya enak dan murah. Tapi hal ini relatif terhadap apa dan dimana kamu makan. Kalo makannya di sekitar kampus, cukup 20rb sehari untuk 3 kali makan plus minum yang layak (gimana? murah gak sih?). Coba kita hitung 20rb x 7 = 140rb lalu dikali 4, jadi 560rb sebulan. Wahh..mahal juga ya. Tapi rata-rata anak kos tu makannya fluktuatif, kadang sehari makan 3 kali, kadang gak makan sama sekali, tergantung mood, kesempatan, dan daya beli…hehe
lanjut baca
Dikala Ku Mencuci Agustus 17, 2008
Posted by rizal in cerita.12 comments
Sip Alhamdulillah.. Hebat juga aq dalam sehari bisa nyuci baju 4 ember sekaligus! 4 tahun ngekos baru kali ini nyuci baju sebanyak itu, nyuci sendiri lagi…ckckck*sambil geleng-geleng*. Gak tau nih, kok sempet2nya berbuat demikian? Biasanya nyuci sendok satu biji aja malesnya minta ampun, sendok udah karatan di tempat cucian baru kucuci, itu kalo sendoknya gak ilang duluan…
Solo vs Malang Agustus 13, 2008
Posted by rizal in cerita.4 comments
Empat tahun sudah aq berada di malang, baru kali ini mulai “ngerasani”. Sebenarnya perbedaannya gak begitu drastis mengenai budayanya. Entah kenapa di Malang aq merasakan aroma persaingan hidup yang ketat di sana sini. Tampak semua orang berlari, mengejar impian masing2, yang digantung setinggi bintang di langit. Beda banget ama di Solo, yang masyarakatnya selalu berada di zona comfort, di tengah himpitan ekonomi sekalipun. Seperti saat itu, terdengar sendau gurau sesama pedagang batik di pasar klewer yang kian sepi seiring dibangunnya center2 baru perdagangan masa kini. Maka, begitu ada orang lewat didepan dagangannya mereka, langsung terdengar sapaan hangat..
“Monggo mas, remen ingkang pundi?” (mari mas, suka yang mana?)
“Mboten oq bu, namung ndelok2 riyin” (Nggak kok bu, cuma liat2 dulu) “
Bu, niki pinten to batike?” tanyaku kemudian (Bu, ini berapa sih batiknya?)
“Seket ewu mawon niku mas” (Lima puluh ribu aja itu mas) “
Waduh bu, mboten kaleh doso to?” (Waduh bu, nggak dua puluh ribu aja to?) kucoba tawar “
Mboten angsal niku mas, sekawan ndoso pun jenengan pendet” (Gak bisa itu mas, sudah 40rbu aja deh mas ambil) “
Pun pitung puluh mawon, kulo tumbas kaleh nggih” (Sudah tujuh puluh aja, saya beli dua) “
Nggih sampun mas” (ya sudah mas). Akhirnya berhasil membungkus 2 stel baju batik sederhana untuk dibawa pulang. Setelah uang kuserahkan, ternyata dia mengambil 20 ribu dari uang pembayaranku untuk diberikan pada penjual nasi pecel gendongan yang ndeprok di samping kiosnya.
“Bu niki sing kolo wingi” (Bu ini untuk yang kemarin). Mungkinkah dia kemarin ngutang makan sama penjual pecel? Bisa jadi. Apalgi setelah penjual pecel bilang
“Matur nuwun bu, lunas nggih dadosipun.. (Makasih bu, lunas ya jadinya..)
Itulah gambaran salah satu pasar di solo, yang sebenarnya ramai dikunjungi juga kalo dateng masa2 liburan. Gimana di malang? Yang jelas aku belum pernah menjelajah pasar tradisional. Tapi aq punya pengalaman terkait pedagang-pembeli relationship yang gak enak kala laptopku rusak. “Mas ini LCDnya gak bisa diperbaiki ya?” tanyaku “Bisa mas, tapi nanti gak ada gambarnya lagi…” (hiihhh!!!) “Jadi harus diganti ya?” “Lho terserah mas, mau ada gambar ato nggak di laptop mas” (Uh, pengen ku tabok ni orang) Itu baru sedikit perbandingan, so dont judge dulu, selanjutnya bersambung aja ya…
Diomelin Satpam! Januari 27, 2008
Posted by rizal in cerita.Tags: fk, ujian
8 comments
Saat itu ujian IPD, di GM seperti biasa (baca:seperti biasa..gak bisa ngerjain hehe
Selepas ujian aq berencana langsung untuk mengadakan hunting foto gedung baru FK bersama temanku untuk melengkapi artikelku. Gedung baru ini dari luar masih ‘diselimuti’ ama seng2 en tripleks2. ”So, untuk dapet angel yg bagus kayaknya musti masuk ke dalam nih,’pikirku. Akhirnya, kami putuskan untuk memotretnya dari jarak dekat. Di pintu masuk sebenarnya ditulis “Tamu Harap Lapor”, tapi karena gak ada yang jaga, ya kami nyelonong aja masuk.
Didalam:
1. “Cklick” berhasil dapet gambar dari sudut kiri depan
2. “Cklick” berhasil dapet gambar dari tengah depan
3. mau “cklick” dari kanan depan, tiba2 ada yang teriak “HOI! Siapa Kalian!?! BRENTI, AYO SINI CEPAT!!’
Kontan, kami kaget. Jantung berdegup kencang, melihat tu orang teriak-teriak sambil mengayun-ayunkan pentungan! Oh no, gak ada jalan kabur lagi, coz tu orang berdiri pas di depan pintu keluar satu-satunya.. Akhirnya kami pasrah deh, mencoba untuk tegar ngadepin tu satpam yang ternyata galak banget.
Satpam : ”Kalian sapa huh? Seenaknya saja masuk tanpa ijin! Mau aq laporin polisi!?”
Q : ”Jangan. Pak! Kami Cuma moto2 doang kok…”
Satpam : ”Itu yang dilarang Keras! Mana kamera ama KTM kalian saya laporin Dekan!”
Akhirnya kami nurut nyerahin kamera ama KTM (gawat ni klo sampe berurusan ama pak Dekan segala). Kami pun dipanggil ama kepala proyek dan diceramahi macem2, kenapa gak boleh moto2, kenapa ini, kenapa itu. Tapi bapak yang satu ini lumayan sabar walaupun ancamannya lumayan nakutin juga..
Bener2 sial, siangnya aq dipanggil PD 3 n diceramahi lagi..hiks :( Musim ujian belum selesai, ketiban masalah baru lagi. Ya, inilah resiko menjadi jurnalis. Harus tahan banting!
Depkes belajar komputer Januari 20, 2008
Posted by rizal in kedokteran.Tags: informasi, kedokteran
4 comments
Berita ini dikutip dari situsnya Depkes RI:
Kini Departemen Kesehatan telah secara langsung dapat menghubungi 340 (76% dari 440 Kabupaten/Kota) Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan 33 (100%) Dinas Kesehatan Provinsi, melalui jaringan komputer (online). Jaringan ini dimungkinkan karena Depkes telah memasang perangkat-perangkat, 1 buah PC, 1 buah GSM Modem, 1 buah IP Phone, dan 1 buah printer di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Sedangkan bagi Dinas Kesehatan Provinsi, telah dipasang 5 buah PC, 1 buah Server, 1 buah IP Phone, 1 set peralatan video-conference, dan 1 buah printer.
Sulitnya Diagnosa Januari 11, 2008
Posted by rizal in cerita, kedokteran.Tags: cerita, kedokteran
7 comments
Kadang setelah kita tau teori yang telah diajarkan dosen kita, seakan mudah saja bagi kita untuk mendiagnosa suatu panyakit dari keluhan yang kita dapat. Kita langsung berpikir, “klo gitu-penyakitnya gini” ato “klo gejalanya itu-berarti sakit ini dan itu”. Tapi ceritanya lain pas kita nemu pasien beneran.